Skala Ordinal: Pengertian, Ciri, dan Contoh Lengkap dalam Penelitian

Skala Ordinal: Pengertian, Ciri, dan Contoh Lengkap dalam Penelitian

Salah satu jenis skala pengukuran yang paling umum digunakan adalah skala ordinal. Skala ini unik karena tidak hanya mengklasifikasikan data, tetapi juga mengurutkannya berdasarkan tingkat atau jenjang tertentu.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu skala ordinal, manfaat penggunaannya, karakteristik, contoh dalam kehidupan nyata, serta perbedaannya dengan jenis skala pengukuran lainnya.

Apa Itu Skala Ordinal?

Skala ordinal adalah jenis skala pengukuran yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan mengurutkan data berdasarkan peringkat tertentu, namun tidak memberikan informasi mengenai jarak antar peringkat.

Penjelasan Singkat:

  • Skala ini membedakan objek berdasarkan kategori dan urutan.
  • Berbeda dari skala nominal yang hanya mengelompokkan, skala ordinal juga menyusun kategori dari tingkat rendah ke tinggi (atau sebaliknya).

Contoh Skala Ordinal:

  • Peringkat lomba: Juara 1, Juara 2, Juara 3
  • Tingkat pendidikan: SD, SMP, SMA, S1, S2, S3

Manfaat Penggunaan Skala Ordinal

Skala ordinal sangat populer dalam penelitian sosial, pendidikan, dan pemasaran, karena:

Manfaat Utama:

  • Mengurutkan data kualitatif secara sistematis
  • Mempermudah pengambilan keputusan berdasarkan preferensi
  • Sangat cocok digunakan dalam survei dan kuesioner

Dalam Praktik Penelitian:

  • Survei kepuasan pelanggan
  • Menilai loyalitas konsumen terhadap merek
  • Mengukur preferensi terhadap produk atau layanan

Karakteristik Skala Ordinal

Berikut adalah ciri khas skala ordinal:

Karakteristik Utama:

  • Data bersifat kualitatif dan memiliki urutan
  • Jarak antar kategori tidak diketahui
  • Operasi matematis sangat terbatas (tidak bisa menghitung rata-rata)
  • Hanya bisa digunakan untuk modus dan median

Contoh Ilustrasi:

Jika seseorang memilih “Puas” dalam skala ordinal, itu berarti ia merasa lebih puas daripada yang memilih “Cukup Puas”. Namun, selisih rasa puas tidak bisa diukur secara kuantitatif.

Contoh Skala Ordinal dalam Kehidupan Nyata

1. Survei Kepuasan Pelanggan

iniSalinEdit1 = Sangat Tidak Puas  
2 = Tidak Puas  
3 = Netral  
4 = Puas  
5 = Sangat Puas

2. Tingkat Pendidikan

iniSalinEdit1 = Tidak Sekolah  
2 = SD  
3 = SMP  
4 = SMA  
5 = S1  
6 = S2  
7 = S3

Jarak antara SD ke SMP tidak bisa dianggap sama dengan S1 ke S2.

3. Jabatan dalam Organisasi

iniSalinEdit1 = Staff  
2 = Supervisor  
3 = Manager  
4 = General Manager  
5 = Direktur

Perbedaan Skala Ordinal vs Skala Nominal

AspekSkala NominalSkala Ordinal
Jenis DataKualitatifKualitatif
Urutan/KategoriTidak adaAda
Jarak KategoriTidak diketahuiTidak diketahui
Operasi StatistikModusModus, Median
ContohJenis kelamin, warna rambutKepuasan, tingkat pendidikan

Peran Skala Ordinal dalam Dunia Akademik

Digunakan Dalam:

  • Sosiologi: status sosial ekonomi (rendah – tinggi)
  • Psikologi: tingkat stres (rendah – sedang – tinggi)
  • Pendidikan: evaluasi dosen oleh mahasiswa

Analisis Statistik:

  • Median: nilai tengah
  • Modus: nilai terbanyak
  • Uji non-parametrik: Mann-Whitney, Kruskal-Wallis

Kelebihan dan Kekurangan Skala Ordinal

Kelebihan:

  • Mudah digunakan dan dipahami
  • Memberikan informasi lebih dari skala nominal
  • Cocok untuk menyusun urutan preferensi

Kekurangan:

  • Tidak bisa dihitung rata-ratanya
  • Selisih antar kategori tidak jelas
  • Interpretasi bisa subjektif

Perbandingan dengan Skala Interval & Rasio

SkalaUrutanJarakTitik Nol AbsolutContoh
NominalJenis kelamin, warna
OrdinalOTingkat kepuasan, pendidikan
IntervalOOSuhu dalam Celcius
RasioOOOBerat badan, usia, tinggi badan

Tips Membuat Skala Ordinal yang Baik

  • Gunakan kategori bertingkat secara logis
  • Hindari terlalu banyak pilihan yang membingungkan
  • Gunakan kata deskriptif: “sangat”, “cukup”, “rendah”, “tinggi”
  • Konsisten dalam urutan

Kesalahan Umum dalam Menggunakan Skala Ordinal

  • Menggunakan rata-rata dalam analisis
  • Menganggap jarak antar kategori adalah sama
  • Tidak memberikan penjelasan urutan dalam kuesioner

Penutup

Skala ordinal adalah alat ukur penting dalam penelitian kualitatif yang membantu mengurutkan data berdasarkan tingkat tertentu. Meski tidak memberikan informasi kuantitatif seperti skala interval atau rasio, skala ini sangat berguna dalam survei kepuasan, pendidikan, psikologi, dan bisnis.

Pemahaman yang tepat akan mencegah kesalahan dalam analisis dan meningkatkan kualitas penelitian Anda.

Referensi

  • Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
  • Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  • Neuman, W. L. (2011). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches (7th ed.). Pearson.
  • Kerlinger, F. N., & Lee, H. B. (2012). Foundations of Behavioral Research (5th ed.). Wadsworth.
  • Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research Methods for Business: A Skill Building Approach (7th ed.). Wiley.

Penulis : Sidiq Abdul Rahman, Noval Abdurramadan | Direktorat Pusat Teknologi Informasi